Lumajang – Memasuki penghujung tahun ajaran, suasana di laboratorium komputer Madrasah Nurul Amin tampak lebih sibuk dari biasanya. Bukan tanpa alasan, para siswa kelas 12 tengah menjalani Ujian Praktik Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) sebagai salah satu syarat kelulusan dan tolok ukur kompetensi digital mereka sebelum melangkah ke jenjang perguruan tinggi.
Ujian praktik tahun ini mengusung tema “Digital Skills for the Future”, di mana siswa tidak hanya diuji secara teknis, tetapi juga kemampuan dalam memecahkan masalah melalui kreativitas digital.
Lebih dari Sekadar Mengetik
Jika dulu TIK identik dengan pengolahan kata (Word) atau angka (Excel), tahun ini ujian praktik dilakukan dengan standar yang lebih tinggi. Beberapa materi utama yang diujikan meliputi:
Desain Grafis & Branding: Membuat poster edukasi atau logo menggunakan aplikasi desain untuk mengasah selera estetika dan komunikasi visual.
Manajemen Data Kompleks: Mengelola basis data sederhana yang aplikatif untuk kebutuhan dunia kerja masa depan.
Produksi Konten Kreatif: Membuat presentasi multimedia interaktif atau video pendek bertema moderasi beragama dan profil madrasah.
Menghadapi Tantangan dengan Percaya Diri
Selama ujian berlangsung, konsentrasi tinggi terpancar dari wajah para siswa. Salah satu peserta, Bernad Dimarsha, mengaku bahwa ujian praktik kali ini cukup menantang karena menuntut orisinalitas ide.
“Awalnya tegang karena ada batasan waktu, tapi seru karena kami dibebaskan berkreasi. Ini benar-benar melatih kita untuk siap pakai saat nanti di bangku kuliah atau kerja,” ungkapnya.
Pesan Guru Pembimbing
Ustadz Dicky Lutfiyanto, selaku guru pengampu mata pelajaran TIK, menjelaskan bahwa tujuan utama ujian ini adalah memastikan alumni MA memiliki Literasi Digital yang mumpuni.
“Dunia saat ini adalah dunia digital. Kami ingin lulusan Madrasah Aliyah tidak hanya mahir dalam ilmu agama dan umum, tetapi juga tangkas menggunakan teknologi untuk menyebarkan kebaikan dan mandiri secara ekonomi digital,” jelas beliau.
by M Haqiqi







