MA Nurul Amin Rojopolo
Selasa, 24 Maret 2026
(4 Syawal 1447 H)
Salah satu dari pintu-pintu kebaikan adalah melakukan puasa.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
أَلَا أَدُلُّكَ عَلَى أَبْوَابِ الْخَيْرِ؟ الصَّوْمُ جُنَّةٌ …
“Maukah aku tunjukkan padamu pintu-pintu kebaikan ? Puasa adalah perisai…”
(HR. Tirmidzi)
Puasa dalam hadits ini merupakan perisai bagi seorang muslim baik di dunia maupun di akhirat, Di dunia, puasa adalah perisai dari perbuatan-perbuatan maksiat, sedangkan di akhirat nanti adalah perisai dari api neraka.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda dalam hadits Qudsi,
وَمَا يَزَالُ عَبْدِي يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ
“Dan senantiasa hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku dengan amalan-amalan sunnah sehingga Aku mencintainya”
(HR. Bukhari)
Oleh karena itu, untuk mendapatkan kecintaan Allah ta’ala, maka lakukanlah puasa sunnah setelah melakukan yang wajib, Di antara puasa sunnah yang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam anjurkan setelah melakukan puasa wajib (puasa ramadhan) adalah puasa enam hari di bulan syawal.
Puasa ini mempunyai keutamaan yang sangat istimewa, hal ini dapat di lihat dari sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Dari sahabat Abu Ayyub Al Anshoriy, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ
“Barang siapa yang berpuasa ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh”
(HR. Muslim)
Pada hadits ini terdapat dalil tegas tentang dianjurkannya puasa enam hari di bulan syawal dan pendapat inilah yang di pilih oleh madzhab Syafi’i, Ahmad dan Abu Daud serta yang sependapat dengan mereka.
Dari Tsauban, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ صَامَ سِتَّةَ أَيَّامٍ بَعْدَ الْفِطْرِ كَانَ تَمَامَ السَّنَةِ (مَنْ جَاءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا)
“Barang siapa berpuasa enam hari setelah hari raya idul fitri, maka dia seperti berpuasa setahun penuh. (Barang siapa berbuat satu kebaikan, maka baginya sepuluh kebaikan semisal)”
(HR. Ibnu Majah)
Orang yang melakukan satu kebaikan akan mendapatkan sepuluh kebaikan yang semisal, Puasa ramadhan adalah selama sebulan berarti akan semisal dengan puasa 10 bulan, Puasa syawal adalah enam hari berarti akan semisal dengan 60 hari yang sama dengan 2 bulan, Oleh karena itu, seseorang yang berpuasa ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan syawal akan mendapatkan puasa seperti setahun penuh.
Semoga bermanfaat..
by Sukar







