MA Nurul amin Rojopolo
Senin, 23 Maret 2026
Islam adalah agama yang lurus dan lapang, sehingga dulu begitu mudah orang menerima dakwah islam karena kemudahan dalam syariat ini dan kelapangan yang di ajarkan dalam syariatnya, bukan pendendam dan pendengki, seperti wataknya iblis dan yahudi.
Allah berfirman,
{خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ وَأَعْرِضْ عَنِ الْجَاهِلِينَ} [الأعراف:199]
“Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang ma’ruf, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh”
(QS. Al-A’raf : 199)
Sa’id ibnu Abu Arubah meriwayatkan dari Qatadah sehubungan dengan makna firman-Nya:
“Jadilah engkau pemaaf dan serulah orang-orang mengerjakan yang makruf serta berpalinglah dari orang-orang yang bodoh”
(QS. Al-A’raf : 199)
Hal ini merupakan akhlak yang di perintahkan oleh Allah untuk di sandang oleh Nabi-Nya, dan Allah memberinya petunjuk, Sebagian orang yang bijak ada yang menuangkan pengertian ini ke dalam dua bait syair berikut,
خُذ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بعُرفٍ كَمَا … أُمِرتَ وأعْرض عَنِ الجَاهلينْ …
وَلِنْ فِي الكَلام لكُلِّ الْأَنَامِ … فَمُسْتَحْسَن مِنْ ذَوِي الْجَاهِ لِينْ …
“Jadilah kamu pemaaf dan serulah (orang-orang) berbuat kebajikan, sebagaimana engkau di perintahkan, Dan berpalinglah dari orang-orang yang bodoh dan lemah-lembutlah dalam berbicara kepada semua orang, maka hal yang baik bagi orang yang berkedudukan ialah berkata dengan lemah-lembut”
Sebagian ulama mengatakan bahwa manusia itu ada dua macam,
1.Orang yang baik,
Terimalah kebajikan yang di berikannya kepadamu, janganlah kamu membebaninya dengan sesuatu yang di luar kemampuannya, jangan pula sesuatu yang menyempitkan dirinya.
2.Orang yang buruk,
Maka perintahkanlah dia untuk berbuat yang makruf, jika ia tetap tenggelam di dalam kesesatannya serta membangkang tidak mau menuruti nasihatmu serta terus-menerus di dalam kebodohannya, maka berpalinglah kamu darinya.
Allah berfirman,
{ادْفَعْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ السَّيِّئَةَ نَحْنُ أَعْلَمُ بِمَا يَصِفُونَ * وَقُلْ رَبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِينِ * وَأَعُوذُ بِكَ رَبِّ أَنْ يَحْضُرُونِ}
“Tolaklah perbuatan buruk mereka dengan yang lebih baik, Kami mengetahui apa yang mereka sifatkan, Dan katakanlah, “Ya Tuhanku, aku berlindung kepada Engkau dari bisikan-bisikan setan, Dan aku berlindung (pula) kepada Engkau, ya Tuhanku, dari kedatangan mereka kepadaku”
(QS. Al-Mu’minun : 96-98)
(Tafsir Ibnu Katsir)
قال الزَّمَخْشَرِيُّ: وَالْعَفْوُ ضِدُّ الْجُهْدِ، أَيْ خُذْ مَا عَفَا لَكَ مِنْ أَفْعَالِ النَّاسِ وَأَخْلَاقِهِمْ، وَمَا أَتَى مِنْهُمْ وَتَسَهَّلَ مِنْ غَيْرِ كُلْفَةٍ، وَلَا تُدَاقَّهُمْ وَلَا تَطْلُبْ مِنْهُمُ الْجُهْدَ وَمَا يَشُقُّ عَلَيْهِمْ حَتَّى يَنْفِرُوا كَقَوْلِهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «يَسِّرُّوا وَلَا تُعَسِّرُوا» قَالَ: خُذِي الْعَفْوَ مِنِّي تَسْتَدِيمِي مَوَدَّتِي. (تفسير المنار).
Berkata Az-Zamakhsyari,
Pemaaf itu lawannya keras, yaitu jadilah kamu pemaaf dari perbuatan-perbuatan (kasar) manusia dan perilaku-perilaku (jelek) mereka dan apa saja yang datang dari mereka serta permudahlah tanpa berat hati, jangan kamu kasar kepada mereka dan jangan pula kamu menimbulkan sikap keras mereka dan apa yang memberatkan mereka sehingga mereka lari sebagaimana sabda Nabi صلى الله عليه وسلم:
“Mudahkanlah dan jangan kalian persulit, Beliau berkata : Ambillah permaafan dariku niscaya kalian mendapatkan keabadian cintaku”
(Tafsir Al-Manar)
“Allah menyuruh Rasul-Nya untuk menerima perbuatan dan perangai yang mampu dan mudah di lakukan oleh manusia, Dan supaya tidak membebani mereka dengan sesuatu yang sulit di terima oleh tabiat mereka, karena hal itu akan membuat mereka menjauh dari islam, Allah juga menyuruh Rasul-Nya agar memerintahkan mereka dengan kata-kata yang sangat lembut dan tindakan yang baik, dan supaya mengabaikan orang-orang yang bodoh, Tidak membalas kebodohan mereka dengan tindakan serupa, Sehingga siapa yang menyakitimu jangan kamu balas dengan menyakitinya, Dan siapa yang kikir kepadamu jangan kamu balas dengan kikir kepadanya”
Semoga bermanfaat..
by Sukar







