Kelompok Kerja Madrasah wilayah Jatiroto dan Tekung melaksanakan kegiatan sosialisasi intrakurikuler dan kokurikuler berbasis deep learning dan KBC (Kurikulum Berbasis Cinta) sebagai upaya meningkatkan kualitas pembelajaran yang lebih bermakna, humanis, dan berorientasi pada pengembangan karakter peserta didik. Kegiatan ini menjadi langkah strategis madrasah dalam menjawab tantangan pendidikan abad ke-21 yang tidak hanya menekankan aspek kognitif, tetapi juga afektif dan spiritual.
Sosialisasi Intrakurikuler Berbasis Deep Learning dan Kurikulum Berbasis Cinta
Pada aspek intrakurikuler, sosialisasi difokuskan pada penguatan pembelajaran mendalam (deep learning) yang mendorong peserta didik untuk memahami konsep secara utuh, kritis, dan kontekstual. Pembelajaran tidak lagi berorientasi pada hafalan semata, tetapi menekankan proses berpikir tingkat tinggi, pemecahan masalah, kolaborasi, serta refleksi.
Guru didorong untuk merancang pembelajaran yang mengaitkan materi dengan kehidupan nyata peserta didik, Memberi ruang dialog, eksplorasi, dan refleksi, Menumbuhkan rasa ingin tahu dan kesadaran belajar
Sejalan dengan itu, Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) menjadi landasan nilai dalam proses pembelajaran. KBC menekankan bahwa pendidikan harus dilandasi rasa cinta, sesuai dengan panca cinta yakni:
- cinta kepada Allah SWT
- cinta kepadaI Ilmu
- cinta kepada Lingkungan
- cinta kepada Tanah Air
- Cinta kepada diri sendiri dan sesama.
Dengan pendekatan ini, pembelajaran diharapkan menjadi lebih bermakna, menyentuh hati, dan membentuk karakter peserta didik yang berakhlak mulia.
Konsep pembelajaran bermakna diwujudkan melalui integrasi nilai-nilai keislaman, empati, kepedulian sosial, serta sikap saling menghargai dalam setiap mata pelajaran. Guru tidak hanya berperan sebagai penyampai materi, tetapi juga sebagai pendamping yang membimbing dan menginspirasi.
Selain intrakurikuler, sosialisasi kokurikuler juga menjadi bagian penting dalam kegiatan ini. Program kokurikuler dirancang sebagai penguatan dari pembelajaran di kelas, dengan memberi kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan minat, bakat, serta keterampilan sosial dan emosional.
Kegiatan kokurikuler berbasis deep learning dan KBC diarahkan untuk:
- Mengembangkan karakter kepemimpinan dan kerja sama
- Melatih kreativitas dan kemampuan berpikir kritis
- Menanamkan nilai cinta, tanggung jawab, dan kepedulian Melalui berbagai kegiatan seperti proyek kolaboratif, diskusi tematik, pengabdian sosial, dan kegiatan keagamaan, peserta didik diajak untuk belajar secara aktif dan reflektif.
Proses ini memperkuat keterkaitan antara pengetahuan, sikap, dan praktik nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Pelaksanaan sosialisasi intrakurikuler dan kokurikuler berbasis deep learning dan Kurikulum Berbasis Cinta ini menjadi wujud komitmen madrasah dalam menghadirkan pendidikan yang holistik dan bermakna. Melalui pembelajaran mendalam yang dilandasi nilai cinta. madrasah berharap dapat mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional, spiritual, dan sosial.
by Sintiya Nuriyanti







