cipt : Safa Adila Putri (XI A )
Di saku bajumu, kau simpan sisa-sisa petang
Yang kau pungut dari jalanan berbatu yang panjang
Bukan sebagai beban yang membuat langkahmu pincang Tapi sebagai tanda bahwa kau pernah menang melawan bimbang.
Waktu adalah penjahit yang kadang jemarinya kasar
Merajut hari dengan benang-benang yang sukar Namun lihatlah ke luar, di antara rimbun belukar
Ada kuncup keberanian yang mulai tumbuh mekar.
Jangan takut pada sunyi yang mengetuk pintu Ia hanya ingin mengajakmu bicara tentang rindu
Tentang mimpi yang kau tanam di bawah bantal itu
Yang menanti pagi untuk menjadi nyata dan padu.
Langit tidak menjanjikan pelangi di setiap rintik
Namun ia menjamin bahwa setiap badai akan bertitik Teruslah berjalan, meski pelan dan sedikit demi sedikit Karena di ujung sana, cahaya sedang menunggumu bangkit.
by Sulis Triya Ningsih







