Idulfitri Hari Ke-5: Menjaga “Api” Takwa Agar Tak Padam

​Secara kalender, kita telah meninggalkan Ramadan sejauh lima hari. Secara suasana, keriuhan silaturahmi mungkin mulai mereda. Namun, bagi seorang mukmin, hari kelima Lebaran adalah fase “Istikamah Check”. Ini adalah saat di mana kita membuktikan apakah perubahan karakter selama Ramadan bersifat permanen atau hanya musiman
.
​Di hari kelima Ini, ada tiga renungan penting yang bisa kita resapi:

  • Syawal: Bulan Peningkatan (An-Nuzul)
    ​Secara bahasa, Syawal berarti “peningkatan”. Hari kelima ini seharusnya menjadi titik pijak untuk menaikkan kualitas ibadah, bukan justru merosot karena merasa sudah “merdeka”.
    Jika selama Ramadan kita mampu bangun malam untuk Tahajud dan tadarus, hari kelima ini adalah pembuktian: Apakah sajadah kita masih tergelar di sepertiga malam saat tak ada lagi kewajiban sahur?
  • Melangitkan Doa “Taqabbalallahu Minna Wa Minkum”
    ​Mungkin di hari pertama kita mengucapkan kalimat ini sebagai tradisi. Namun di hari kelima, saat suasana lebih tenang, resapilah maknanya: “Semoga Allah menerima amal kami dan amal kalian.” Para sahabat Rasulullah SAW senantiasa merasa cemas jika amalan Ramadan mereka tidak diterima. Maka, hari-hari di bulan Syawal ini adalah waktu yang tepat untuk memperbanyak istighfar, memohon agar segala cacat dalam ibadah kita tertutupi oleh rahmat-Nya.
  • Membangun Jembatan Silaturahmi yang Hakiki
    ​Hari pertama hingga ketiga biasanya diisi dengan silaturahmi yang bersifat seremonial. Di hari kelima, mari kita tengok sekeliling dengan lebih jeli:
    ​Adakah kerabat yang belum sempat kita sapa karena jarak?
    ​Adakah tetangga yang membutuhkan bantuan namun tak terlihat di tengah keramaian perayaan?
    Rasulullah SAW mengajarkan bahwa silaturahmi bukan sekadar membalas kunjungan, tapi menyambung mereka yang terputus (al-washil).

“Jangan sampai kita menjadi golongan yang hanya mengenal Allah di bulan Ramadan (Ramadaniyyun), namun jadilah hamba Allah yang sejati di setiap waktu (Rabbaniyyun).”

by Wulandari

Bagikan:

Madrasah Aliyah Nurul Amin

MA Nurul Amin - Madrasah Aliyah berbasis Islam yang berkomitmen pada pendidikan memiliki siswa siswi yang berkualitas dan pembentukan akhlak mulia.

Tags

Baca Juga