Pagi merambat, langit merendah khusyuk,
Suara takbir bergema, menembus sendu.
“Allahu Akbar”, hati ikut menunduk,
Mengingat kisah cinta yang tak bersyarat itu.
Ibrahim dan Ismail, teladan ikhlas sejati,
Meletakkan segalanya di atas ridha Ilahi.
Bukan darah yang dituntut, tapi hati yang bersih,
Ketaatan yang utuh, tanpa ragu dan pamrih.
Hari ini kita berbagi, bukan hanya daging,
Tapi juga empati pada yang hidup kekurangan.
Qurban adalah pesan: potong ego yang merintang,
Agar kasih dan syukur jadi pegangan.
Selamat Hari Raya Idul Adha,
Semoga setiap pengorbanan kita diterima.
Dan cinta kepada sesama, tumbuh dan mekar bersama,
Seperti gema takbir yang tak pernah padam suaranya.
by Sulis Triya Ningsih







