Lumajang, 03 April 2026
Tradisi Halal Bihalal merupakan salah satu budaya khas Indonesia yang sarat dengan nilai silaturahmi, saling memaafkan, serta mempererat hubungan sosial. Dalam lingkungan pendidikan, kegiatan ini sering diwujudkan melalui anjangsana guru, yaitu kunjungan bersama ke rumah rekan guru sejawat. sebagai bentuk kebersamaan dan kekeluargaan setelah merayakan Hari Raya Idulfitri.
Anjangsana guru dalam rangka Halal Bihalal bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan memiliki makna yang mendalam. Kegiatan ini menjadi momen penting untuk mempererat tali persaudaraan antar guru, baik yang masih aktif maupun yang telah purna tugas. Dalam suasana yang penuh kehangatan, para guru saling bertukar cerita, berbagi pengalaman, serta memperkuat solidaritas sebagai pendidik.
Selain itu, anjangsana juga menjadi sarana untuk menumbuhkan rasa empati dan kepedulian. Dengan mengunjungi rekan guru yang mungkin sedang sakit atau mengalami kesulitan, nilai kebersamaan dan gotong royong dapat terus terjaga. Hal ini mencerminkan bahwa profesi guru tidak hanya berfokus pada kegiatan belajar mengajar, tetapi juga menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.
Kegiatan anjangsana biasanya diawali dengan pemausan Rotibul Hadad, dilanjutkan dengan Persiapan UMBK, Persiapan Tour Religi Wali Madura, Penguatan Kompetensi Tenaga Pendidik dan Kependidikan , serta ramah tamah.
Anjangsana bertempat dikediaman ustadzah Sulis di desa Umbul kabupaten Lumajang, pukul 07:30 WIB – selesai.
Suasana penuh kekeluargaan terasa kental, menciptakan energi positif yang dapat meningkatkan semangat dalam menjalankan tugas sebagai pendidik. Bahkan, tidak jarang kegiatan ini juga menjadi ajang mempererat hubungan antara guru dengan masyarakat sekitar.
Dengan demikian, anjangsana guru dalam rangka Halal Bihalal memiliki peran penting dalam membangun kebersamaan, memperkuat silaturahmi, serta menanamkan nilai-nilai luhur dalam kehidupan sosial. Tradisi ini diharapkan terus dilestarikan sebagai bagian dari budaya positif di dunia pendidikan Indonesia.
Melalui kegiatan sederhana namun penuh makna ini, para guru tidak hanya menjadi pendidik di dalam kelas, tetapi juga teladan dalam menjalin hubungan yang harmonis di tengah masyarakat.
By. Nurul Istiqomah







