Ahad, 24 Mei 2026
MA Nurul Amin Rojopolo
Ibnu Rajab al-Hambali rahimahullah mengatakan,
وَيَوْمَ عَرَفَةَ هُوَ يَوْمُ الْعِتْقِ مِنَ النَّارِ فَيُعْتِقُ اللَّهُ مِنَ النَّارِ مَنْ وَقَفَ بِعَرَفَةَ وَمَنْ لَمْ يَقِفْ بِهَا مِنْ أَهْلِ الْأَمْصَارِ مِنَ الْمُسْلِمِينَ.
“Hari Arafah adalah hari pembebasan dari api Neraka, Maka Allah membebaskan dari siksa api Neraka bagi orang-orang yang sedang wukuf di Arafah maupun yang tidak wukuf dari kalangan kaum muslimin di berbagai penjuru dunia”
فَلِذَلِكَ صَارَ الْيَوْمُ الَّذِي يَلِيهِ عِيدًا لِجَمِيعِ الْمُسْلِمِينَ فِي جَمِيعِ أَمْصَارِهِمْ مَنْ شَهِدَ الْمَوْسِمَ مِنْهُمْ وَمَنْ لَمْ يَشْهَدْهُ لِاشْتِرَاكُهُمْ فِي الْعِتْقِ وَالْمَغْفِرَةِ يَوْمَ عَرَفَةَ.
“Oleh karena itu, hari setelah hari Arafah adalah hari raya bagi semua kaum muslimin di seluruh penjuru dunia, baik yang melakukan rangkaian ibadah haji maupun yang tidak, Sebab, mereka semua bersama-sama mendapatkan keutamaan di bebaskan dari siksa api Neraka dan ampunan pada hari Arafah”
(Lathaaif al-Ma’arif )
Semoga bermanfaat..
by Sukar







