Dalam kehidupan yang terus berjalan, sering kali kita sibuk mengejar banyak hal. Kita sibuk dengan urusan dunia, pekerjaan, pergaulan, dan berbagai keinginan yang seakan tidak ada habisnya. Namun di tengah semua kesibukan itu, jarang sekali kita berhenti sejenak untuk menafakuri diri: sudah sejauh mana langkah kita menuju kebaikan, dan berapa banyak kesalahan yang telah kita lakukan.
Menafakuri diri adalah momen ketika hati diajak untuk jujur kepada diri sendiri. Saat kita menyadari bahwa waktu terus berjalan, umur semakin berkurang, dan belum tentu kita masih diberi kesempatan untuk memperbaiki semuanya. Betapa sering kita lalai dalam beribadah, menunda-nunda kebaikan, atau bahkan menyakiti hati orang lain tanpa kita sadari.
Menafakuri diri bukan untuk membuat kita putus asa, tetapi untuk menyadarkan kita agar kembali memperbaiki langkah. Karena pada akhirnya, yang kita bawa pulang dari kehidupan ini bukanlah harta, jabatan, atau pujian manusia, melainkan amal yang telah kita lakukan.
by Hotimah







