Lailatul Qadr, atau Malam Kemuliaan, adalah malam yang sangat istimewa dalam bulan Ramadan. Di dalam Al-Qur’an, malam ini disebut lebih baik dari seribu bulan, sehingga menjadi waktu yang sangat dinantikan oleh umat Muslim. Banyak yang percaya bahwa kehadiran Lailatul Qadr terkait erat dengan awal mula puasa Ramadan. Awal puasa Ramadan ditentukan oleh awal munculnya bulan Ramadan. Penentuan ini dilakukan melalui pengamatan hilal atau bulan sabit. Keberadaan Lailatul Qadr diperkirakan jatuh pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadan. Oleh karena itu, ada keterkaitan antara waktu puasa dan pencarian Lailatul Qadr.
Menurut Imam Al-Ghazali dan juga ulama lainnya, sebagaimana disebut dalam kitab I’anatut Thalibin karangan Sayyid Bakri Syatha menyatakan
sebagai berikut: bahwa cara untuk mengetahui Lailatul Qadar bisa dilihat dari hari pertama dari bulan Ramadhan:
قال الغزالي وغيره إنها تعلم فيه باليوم الأول من الشهر فإن كان أوله يوم الأحد أو يوم الأربعاء فهي ليلة تسع وعشرين أو يوم الاثنين فهي ليلة إحدى وعشرين أو يوم الثلاثاء أو الجمعة فهي ليلة سبع وعشرين أو الخميس فهي ليلة خمس وعشرين أو يوم السبت فهي ليلة ثلاث وعشرين قال الشيخ أبو الحسن ومنذ بلغت سن الرجال ما فاتتني ليلة القدر بهذه القاعدة المذكورة
- Jika awalnya jatuh pada hari Ahad atau Rabu, maka Lailatul Qadar jatuh pada malam ke-29
- Jika awalnya jatuh pada hari Senin maka Lailatul Qadar jatuh pada malam ke-21
- Jika awalnya jatuh pada hari Selasa atau Jum’at maka Lailatul Qadar jatuh pada malam ke-27
- Jika awalnya jatuh pada hari Kamis maka Lailatul Qadar jatuh pada malam ke-25
- Jika awalnya jatuh pada hari Sabtu maka Lailatul Qadar jatuh pada malam ke-23
Sedangkan dalam Dalam kitab Hasyiyah Showi ‘Ala tafsir Jalalain karangan Syeikh Ahmad bin Muhammad As Showi , disebutkan bahwa:
“Dari Abi Al Hasan As Syadzili (mengatakan bahwa) - Jika awal puasa hari ahad, maka lailatul qadr jatuh pada tanggal 29,
- Jika awal puasa hari senin, maka lailatul qadr jatuh pada tanggal 21,
- Jika awal puasa hari selasa, maka lailatul qadr jatuh pada tanggal 27,
- Jika awal puasa hari rabu, maka lailatul qadr jatuh pada tanggal 19,
- Jika awal puasa hari kamis, maka lailatul qadr jatuh pada tanggal 25,
- Jika awal puasa hari jum’at, maka lailatul qadr jatuh pada tanggal 17,
- Jika awal puasa hari sabtu, maka lailatul qadr jatuh pada tanggal 23.”
Tentang kebenaran kepastian hadirnya lailatul qadar, Tentu saja jawaban terbaiknya adalah wallahu ‘a’lam (hanya Allah yang paling tahu). Karena itu, walaupun titik pusat konsentrasi qiyam ramadhan dan ibadah kita boleh diarahkan sesuai dengan kaidah tersebut, hendaknya kita terus mencari malam yang penuh kemuliaan itu di malam ataupun tanggal manapun, terutama pada malam ganjil, dan terutama pada malam-malam sepuluh akhir, dan terutama lagi pada malam ganjil di sepuluh akhir.
by Habibullah







