MA Nurul Amin Rojopolo
Selasa, 24 Februari 2026
(6 Ramadhan 1447H)
“Tiga perkara yang harus di perhatikan”
Tiga perkara yang hendaknya di perhatikan bagi orang yang berpuasa, Yaitu lillah (ikhlas), billah (minta pertolongan kepada Allah) dan fillah (berpuasa sesuai dengan tuntunan Allah dan Rasul-Nya).
Kita harus berusaha bagaimana kita mendapatkan sesuatu yang lebih di dalam ibadah kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Tentu cara yang pertama adalah dengan memaksimalkan waktu kita dengan hal-hal yang sifatnya ibadah. Terutama membaca Al-Qur’an, berdzikir, mengkaji ayat-ayat Allah subhanahu wa ta’ala dan tidak menghabiskan waktu kita untuk hal-hal yang dapat mengurangi atau bahkan menghilangkan pahala amal ibadah kita.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
رُبَّ صَائِمٍ حَظُّهُ مِنْ صِيَامِهِ الجُوْعُ وَالعَطَشُ
“Betapa banyak orang yang berpuasa namun dia tidak mendapatkan dari puasanya tersebut kecuali rasa lapar dan dahaga”
(HR. Ath Thabrani)
Tentu orang yang hanya mendapatkan lapar dan dahaga ini adalah orang yang sangat merugi.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِى أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ
“Barang siapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta malah mengamalkannya, maka Allah tidak butuh dari rasa lapar dan haus yang dia tahan”
(HR. Bukhari)
Hendaknya di ramadhan ini lebih bersemangat dan konsisten dalam melaksanakan amal ibadahnya.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya,
“Allah cinta kepada seorang hamba yang apabila ia melakukan pekerjaan, ia lakukan betul-betul dengan profesional“, Maka ketika kita bekerja dan melakukan dengan penuh profesionalisme, ini akan mendatangkan cinta Allah kepada kita”
Dengan kita puasa, syahwat kita menjadi lemah dan keinginan berbuat maksiat pun menjadi lemah.
Imam Malik bin Anas, apabila datang bulan ramadhan beliau tinggalkan majelis haditsnya dan beliau fokus dengan membaca Al-Qur’an saja.
Di samping membaca Al-Qur’an, sedekah juga sangat di anjurkan oleh Rasulullah.
Dari sahabat Abdullah bin ‘Abbas radhiyallahu anhuma berkata,
كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللّٰـهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدَ النَّاسِ ، وَأَجْوَدُ مَا يَـكُوْنُ فِـيْ رَمَضَانَ حِيْنَ يَلْقَاهُ جِبْرِيْلُ ، وَكَانَ جِبْرِيْلُ عَلَيْهِ السَّلَامُ يَلْقَاهُ فِـيْ كُـّلِ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ فَـيُـدَارِسُهُ الْـقُـرْآنَ ، فَلَرَسُوْلُ اللّٰـهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدُ بِالْـخَيْـرِ مِنَ الِرّيْحِ الْـمُرْسَلَةِ
“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling dermawan dengan kebaikan, dan lebih dermawan lagi pada bulan ramadhan, ketika Jibril Alaihissallam bertemu dengannya, Jibril menemuinya setiap malam ramadhan untuk menyimak bacaan Al-Qur’annya. Sungguh, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lebih dermawan dari pada angin yang berhembus”
Maka dari itu kita harus berusaha semaksimal mungkin bagaimana agar kita bisa membaca Al-Qur’an dan bersedekah lebih banyak di bulan ramadhan ini.
Semoga bermanfaat..
by Sukar







