MA Nurul Amin kembali menggelar kegiatan keagamaan rutin Haul Majemuk Jum’at Manis yang berlangsung dengan khidmat dan penuh makna. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Jum’at Manis dan diikuti oleh seluruh warga madrasah, mulai dari kepala madrasah, dewan guru, hingga seluruh peserta didik.
Haul Majemuk merupakan tradisi keagamaan yang bertujuan untuk mendoakan para masyayikh, muassis, serta para ulama yang telah berjasa dalam perjuangan dakwah dan pendidikan Islam. Melalui kegiatan ini, diharapkan tumbuh rasa tawadhu’, penghormatan terhadap ulama, serta penguatan nilai spiritual di lingkungan madrasah.
Pelaksanaan Haul Majemuk diawali dengan pembacaan Rotibul Haddad serta hataman Al-Qur’an dan doa bersama yang dipimpin dewan guru.
Suasana khusyuk terasa ketika seluruh peserta mengikuti rangkaian acara dengan penuh kekhidmatan, sebagai bentuk penghormatan dan rasa syukur kepada Allah SWT.
Menambah semarak kegiatan, Haul Majemuk Jum’at Manis kali ini juga diisi dengan lomba syarhil Qur’an antar kelas. Setiap kelas mengirimkan perwakilannya untuk menampilkan syarhil terbaik, yang memadukan pembacaan ayat Al-Qur’an, terjemah, serta penjelasan kandungan ayat dengan bahasa yang menarik dan komunikatif.
Lomba syarhil ini bertujuan untuk menumbuhkan keberanian siswa dalam berdakwah, meningkatkan pemahaman terhadap Al-Qur’an, serta melatih kemampuan berbicara di depan umum. Antusiasme siswa terlihat jelas dari penampilan masing-masing kelompok yang tampil percaya diri dan penuh semangat.
Ustadzah Siti Fatimah sebagai dewan juri dan guru BHS.Indonesia memberikan penilaian berdasarkan kefasihan, penguasaan materi, kekompakan tim, serta penyampaian pesan dakwah.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga sarana pembelajaran dan penguatan karakter religius peserta didik.
Dengan terselenggaranya Haul Majemuk Jum’at Manis yang dipadukan dengan lomba syarhil antar kelas, MA Nurul Amin berharap dapat terus menanamkan nilai-nilai keislaman, cinta Al-Qur’an, serta semangat berkompetisi secara sehat. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa madrasah tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga pada pembinaan spiritual dan akhlak mulia.
by Sintiya Nuriyanti







