Semangat Sastra Menyala di Laboratorium Komputer: MA Nurul Amin Rojopolo Gelar Seleksi Cipta Baca Puisi untuk PORSENI

Madrasah Aliyah Nurul Amin

Rojopolo, Pamekasan. Suasana berbeda tampak di ruang laboratorium komputer MA Nurul Amin Rojopolo pada Senin, 5 Oktober 2026. Puluhan siswa berseragam putih duduk berjajar di depan laptop dan komputer, sebagian menunduk menekuni layar, sebagian lain berhenti sejenak mencari kata yang paling tepat. Hari itu madrasah menyelenggarakan seleksi cabang lomba Cipta Baca Puisi sebagai persiapan menghadapi Pekan Olahraga dan Seni (PORSENI) tingkat Madrasah Aliyah.

Menjaring Bakat Sastra dari Dalam Madrasah

Seleksi ini bertujuan menjaring siswa yang layak mewakili madrasah di ajang PORSENI. Cipta Baca Puisi menuntut dua kemampuan sekaligus. Peserta harus mampu menulis puisi orisinal, lalu membacakannya dengan penghayatan, intonasi, dan ekspresi yang kuat. Karena itu, tahap seleksi dimulai dari kemampuan mencipta karya.

Para peserta mengetik karya mereka langsung di perangkat yang tersedia. Ada yang memakai komputer laboratorium, ada pula yang membawa laptop sendiri. Cara ini membuat proses seleksi lebih tertib, mudah didokumentasikan, dan memudahkan dewan juri menilai naskah secara objektif.

Suasana Seleksi: Hening, Fokus, Penuh Kesungguhan

Selama seleksi, ruangan terlihat tenang dan tertib. Siswa putra dan putri duduk di meja masing-masing dengan pakaian rapi, sebagian mengenakan peci dan kerudung putih. Tak sedikit peserta yang sesekali menopang kepala atau berhenti menulis untuk menggali ide. Itulah proses kreatif yang sesungguhnya: merangkai gagasan, memilih diksi, dan menata larik demi larik hingga membentuk makna.

Tema puisi yang diangkat berkaitan dengan Kandungan Al-Qur’an

Kriteria Penilaian

Dewan juri menilai peserta berdasarkan beberapa aspek berikut:

Orisinalitas dan isi puisi, yaitu kesesuaian tema dan kedalaman gagasan.
Diksi dan gaya bahasa, yaitu ketepatan pilihan kata dan penggunaan majas.
Struktur dan estetika, yaitu keutuhan bait, rima, dan irama.
Penghayatan dan pembacaan, yaitu vokal, intonasi, ekspresi, dan penampilan.
Harapan untuk PORSENI

Pembina berharap seleksi ini melahirkan perwakilan terbaik yang siap bersaing di tingkat yang lebih tinggi. Lebih dari sekadar mencari juara, kegiatan ini menumbuhkan budaya literasi dan apresiasi sastra di lingkungan madrasah. Siswa terpilih akan mendapat pembinaan intensif, mulai dari penajaman teknik penulisan, latihan vokal, hingga penguasaan panggung.

“Puisi adalah ruang bagi siswa untuk menyuarakan hati dengan indah dan bermakna,” demikian semangat yang diusung dalam kegiatan ini.

Penutup

Seleksi Cipta Baca Puisi ini membuktikan bahwa teknologi dan sastra dapat berjalan beriringan. Di balik layar laptop dan komputer, tumbuh kata-kata yang kelak dibacakan dengan penuh makna di atas panggung PORSENI. MA Nurul Amin Rojopolo optimistis wakil-wakilnya mampu mengharumkan nama madrasah.

by Habibullah

Bagikan:

Madrasah Aliyah Nurul Amin

MA Nurul Amin - Madrasah Aliyah berbasis Islam yang berkomitmen pada pendidikan memiliki siswa siswi yang berkualitas dan pembentukan akhlak mulia.

Tags

Baca Juga