Kegiatan Kokurikuler Serumpun Mata Pelajaran Kimia dan Biologi: Pembuatan Pupuk, Pengukuran pH, dan Pemanfaatannya pada Tanaman di MA Nurul Amin
Meningkatkan Literasi Sains melalui Pembelajaran Kontekstual dan Peduli Lingkungan
Pembelajaran di madrasah tidak hanya bertujuan meningkatkan penguasaan pengetahuan peserta didik, tetapi juga membentuk keterampilan, sikap peduli lingkungan, kemampuan bekerja sama, serta kepedulian terhadap permasalahan yang ada di sekitar. Salah satu upaya untuk mewujudkan hal tersebut adalah melalui kegiatan kokurikuler yang mengintegrasikan beberapa mata pelajaran dalam satu kegiatan nyata.
MA Nurul Amin melaksanakan kegiatan Kokurikuler Serumpun Mata Pelajaran Kimia dan Biologi dengan tema “Pembuatan Pupuk, Pengukuran pH, dan Pemanfaatannya pada Tanaman.” Kegiatan ini dirancang sebagai bentuk pembelajaran kontekstual yang menghubungkan konsep-konsep Kimia dan Biologi dengan kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan tersebut, peserta didik tidak hanya mempelajari teori mengenai unsur hara, pH, larutan, reaksi kimia, serta pertumbuhan tanaman, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung dalam membuat pupuk, melakukan pengukuran pH, dan mengamati pemanfaatan pupuk terhadap tanaman.
Integrasi Mata Pelajaran Kimia dan Biologi
Kegiatan kokurikuler ini menjadi salah satu bentuk kolaborasi pembelajaran serumpun yang mempertemukan konsep Kimia dan Biologi dalam sebuah proyek sederhana dan aplikatif.
Dari sisi Kimia, peserta didik mempelajari konsep pH, sifat asam dan basa, larutan, perubahan kimia, serta faktor-faktor yang memengaruhi kualitas pupuk. Pengukuran pH menjadi bagian penting karena tingkat keasaman atau kebasaan suatu bahan dapat memengaruhi kualitas pupuk dan ketersediaan unsur hara bagi tanaman.
Sementara itu, dari sisi Biologi, peserta didik mempelajari kebutuhan nutrisi tanaman, fungsi unsur hara, pertumbuhan dan perkembangan tanaman, serta hubungan antara kondisi lingkungan dengan pertumbuhan tanaman.
Integrasi kedua mata pelajaran tersebut memberikan pengalaman belajar yang lebih utuh. Peserta didik dapat memahami bahwa konsep-konsep yang dipelajari di dalam kelas memiliki hubungan erat dengan kehidupan dan lingkungan di sekitar mereka.
Tujuan Kegiatan
Kegiatan kokurikuler ini memiliki beberapa tujuan, antara lain:
Meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap konsep Kimia dan Biologi melalui kegiatan praktik.
Melatih keterampilan peserta didik dalam membuat dan memanfaatkan pupuk.
Mengenalkan pentingnya pengukuran pH dalam pengelolaan pupuk dan media tanam.
Menumbuhkan kepedulian peserta didik terhadap lingkungan.
Memanfaatkan bahan organik yang tersedia di lingkungan sekitar.
Melatih kemampuan bekerja sama, berkomunikasi, mengamati, mencatat, dan menyimpulkan hasil kegiatan.
Mendorong peserta didik untuk menerapkan pengetahuan sains dalam kehidupan sehari-hari.
Menumbuhkan sikap bertanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan dan keberlanjutan pertanian.
Pelaksanaan Kegiatan
Kegiatan diawali dengan pemberian pemahaman kepada peserta didik mengenai pupuk, jenis-jenis pupuk, manfaat pupuk bagi tanaman, serta pentingnya menjaga keseimbangan pH dalam lingkungan pertumbuhan tanaman.
Peserta didik kemudian dibagi ke dalam beberapa kelompok. Setiap kelompok memperoleh tugas untuk menyiapkan bahan yang diperlukan dan mengikuti tahapan pembuatan pupuk sesuai dengan petunjuk yang telah diberikan oleh guru.
Dalam prosesnya, peserta didik diarahkan untuk memperhatikan kebersihan alat dan bahan, keselamatan kerja, serta ketepatan setiap tahapan. Guru Kimia dan Biologi berperan sebagai fasilitator yang memberikan arahan, menjelaskan konsep ilmiah yang berkaitan dengan kegiatan, serta membantu peserta didik ketika menemukan kendala.
Proses Pembuatan Pupuk
Pembuatan pupuk dilakukan dengan memanfaatkan bahan-bahan organik yang relatif mudah ditemukan di lingkungan sekitar. Pemanfaatan bahan organik tersebut menjadi salah satu bentuk upaya mengurangi limbah sekaligus menghasilkan bahan yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pertumbuhan tanaman.
Peserta didik mempelajari bahwa bahan organik dapat mengalami proses penguraian oleh mikroorganisme. Dalam proses tersebut terjadi berbagai perubahan yang dapat diamati, baik secara fisik maupun kimia.
Kegiatan ini memberikan pemahaman bahwa limbah organik tidak selalu harus dibuang. Dengan pengelolaan yang tepat, bahan tersebut dapat dimanfaatkan kembali menjadi produk yang memiliki nilai guna.
Pengukuran pH
Salah satu kegiatan utama dalam proyek ini adalah pengukuran pH pupuk atau bahan yang digunakan. Peserta didik diperkenalkan dengan alat dan bahan yang dapat digunakan untuk mengukur pH, seperti kertas indikator pH atau pH meter.
Melalui kegiatan pengukuran, peserta didik belajar bahwa pH merupakan salah satu parameter penting yang dapat digunakan untuk mengetahui tingkat keasaman atau kebasaan suatu larutan.
Peserta didik mencatat hasil pengukuran secara sistematis dan membandingkan hasil yang diperoleh antarkelompok. Data tersebut kemudian digunakan untuk melakukan pembahasan mengenai kondisi pupuk dan hubungannya dengan kebutuhan tanaman.
Kegiatan ini juga melatih peserta didik untuk tidak sekadar melakukan praktik, tetapi mampu menghasilkan data, membaca data, menganalisis data, dan menarik kesimpulan berdasarkan hasil pengamatan.
Pemanfaatan Pupuk pada Tanaman
Setelah pupuk selesai dibuat dan dilakukan pengamatan terhadap karakteristiknya, kegiatan dilanjutkan dengan pemanfaatan pupuk pada tanaman.
Peserta didik mengaplikasikan pupuk sesuai arahan guru dan melakukan pengamatan terhadap kondisi tanaman. Pengamatan dapat meliputi warna daun, tinggi tanaman, jumlah daun, kondisi batang, serta perubahan lain yang terlihat selama masa pengamatan.
Hasil pengamatan kemudian dicatat dalam lembar kerja. Dengan demikian, peserta didik dapat melihat secara langsung hubungan antara pemberian nutrisi dengan pertumbuhan tanaman.
Kegiatan tersebut memberikan pengalaman bahwa pertumbuhan tanaman dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti ketersediaan air, cahaya, unsur hara, kondisi tanah atau media tanam, serta faktor lingkungan lainnya.
Pembelajaran Berbasis Proyek
Kegiatan kokurikuler Kimia dan Biologi di MA Nurul Amin menerapkan prinsip pembelajaran berbasis proyek. Peserta didik terlibat secara aktif mulai dari tahap perencanaan, persiapan bahan, pembuatan pupuk, pengukuran pH, aplikasi pada tanaman, pengamatan, pencatatan data, hingga penyampaian hasil.
Model kegiatan seperti ini memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk belajar melalui pengalaman langsung. Mereka tidak hanya menerima informasi dari guru, tetapi juga menemukan dan membangun pengetahuan melalui proses pengamatan dan praktik.
Selain kemampuan akademik, kegiatan ini juga mengembangkan keterampilan kolaborasi, komunikasi, kreativitas, berpikir kritis, dan pemecahan masalah.
Menumbuhkan Kepedulian terhadap Lingkungan
Salah satu nilai penting yang ingin ditanamkan melalui kegiatan ini adalah kepedulian terhadap lingkungan. Permasalahan sampah organik yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari dapat menjadi sumber pembelajaran sekaligus peluang untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat.
Peserta didik diajak untuk memiliki pola pikir bahwa sampah organik dapat dikelola dan dimanfaatkan. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya berkaitan dengan pembelajaran Kimia dan Biologi, tetapi juga mendukung terbentuknya budaya sekolah yang lebih peduli terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan.
Melalui pengalaman tersebut, peserta didik diharapkan mampu membawa kebiasaan positif ke lingkungan keluarga dan masyarakat.
Hasil dan Manfaat Kegiatan
Pelaksanaan kegiatan kokurikuler ini memberikan berbagai manfaat bagi peserta didik dan madrasah. Peserta didik mendapatkan pengalaman praktik yang memperkuat pemahaman terhadap materi pembelajaran.
Mereka juga menjadi lebih terampil dalam menggunakan alat sederhana untuk melakukan pengukuran, mencatat hasil pengamatan, mengolah informasi, serta menyampaikan hasil kegiatan.
Dari sisi sikap, kegiatan ini mendorong tumbuhnya rasa tanggung jawab, kerja sama, disiplin, kepedulian terhadap lingkungan, dan sikap menghargai proses.
Bagi madrasah, kegiatan ini dapat menjadi salah satu bentuk nyata penerapan pembelajaran yang kontekstual dan kolaboratif. Kegiatan juga dapat dikembangkan menjadi program berkelanjutan berupa kebun madrasah, pemanfaatan pupuk organik, pengelolaan sampah organik, atau proyek pertanian sederhana di lingkungan madrasah.
Dokumentasi dan Presentasi Hasil
Sebagai bagian dari kegiatan, setiap kelompok dapat mendokumentasikan proses pembuatan pupuk, pengukuran pH, hingga pemanfaatannya pada tanaman. Dokumentasi tersebut dapat berupa foto, video, tabel hasil pengamatan, maupun laporan sederhana.
Pada tahap akhir, peserta didik mempresentasikan hasil kegiatan di hadapan guru dan kelompok lainnya. Presentasi menjadi sarana untuk melatih kemampuan komunikasi ilmiah sekaligus memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menyampaikan pengalaman dan temuan mereka.
Melalui presentasi, peserta didik juga dapat membandingkan hasil antar kelompok dan mendiskusikan berbagai faktor yang menyebabkan perbedaan hasil pengamatan.
by Sulis Triya Ningsih







